SMS ke 08170805777 Hub kami untuk : Permintaan Penawaran, diskusi dan persiapan proyek anda
Email info@cctvonlineindonesia.com
Technical : +6221-32770960
Survey? Tentukan target objek yang diawasi, kemudian tentukan ketinggian letak kamera.
Tujuannya agar tidak terlalu jauh dari area yang diawasi. Kemudian tentukan lokasi monitor, pilih bahan material instalasi seperti cabel dan connector yang baik.
Lalu pasang kameranya dan nikmati gambarnya.
Top News
- Camera CCTV Murah and Ready Stock, Vivotek Product, GRAB IT FAST!!!
- CCTV ONLINE READY STOCK INDONESIA, SONY SNC RZ25P
- Tender Yang Mengacu Kepada UU No 11 Tahun 2008 Tentang ITE
- Welcome to ICT Expo ~ IT IndoComm 2012
- Perusahaan CCTV, PT. Micro Tellindo, Telah Memasang hampir di 400 Perusahaan di Indonesia.
- Camera CCTV Type FD8361 Vivotek, New !
- TENDER “HARGA CCTV DARI PT. MICRO TELLINDO”
- Solusi Solusi Solusi, Best Solution CCTV Online Indonesia
- Tertangkap CCTV “Seorang Gadis Bunuh Diri Di Grand Indonesia”
- Engenius, Pilihan untuk solusi CCTV ONLINE, Type EOR 7550 Success!
- Wanita Feminim dan Sexy, tetapi tidak lepas dari ….
- LELANG SONY SNC-CH 120
- Bisnis Indonesia
- Indonesia ICT Award Diserbu 1.765 Pendaftar
- SPY CAM, Hidden Camera
|
Agen Penjualan Camera CCTV ONLINE Jakarta PT. Micro Tellindo adalah Authorized, Dealer, spesialisasi, electronic, security, system : cctv camera.
Kami dealer resmi:
Vivotek Indonesia

Sony Indonesia

Samsung Indonesia

Panasonic Indonesia
 Panasonic Indonesia
Kami melakukan training secara rutin khusus kepada customer kami, belajar secara gratis bagi yang berminat untuk mendalami bidang ini khususnya bagi saudara-saudara dari daerah yang kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta.
Konfigurasi umum
 CCTV ONLINE INDONESIA
PT. MICRO TELLINDO
Contact Person : MAYA di Nomor +62-21-68861905
email : info@cctvonlineindonesia.com
|
Banner Anda disni Promosikan Product Anda Di Sini
PASAR CCTV & SECURITY SYSTEM INDONESIA Seberapa besar peluang pasar CCTV dan Security System Indonesia
|
Polisi Akses 160 CCTV Obyek Vital Ibukota
Kamis, 24 Juli 2008 | 00:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka akses 160 kamera pemantau (Closed Circuit Television/CCTV) di obyek-obyek vital milik pemerintah daerah dan negara kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya.
“Salah satunya untuk sebagai persiapan Pemilihan Umum 2009, kami meminta pemda membuka akses,” kata Koordinator Traffic Management Center Polda Metro Jaya Komisaris Sambodo Purnomo kepada Tempo di kantornya Selasa lalu.
Ia menjelaskan, sebelumnya CCTV hanya bisa diakses dari kantor Crisis Center atau Pusat Krisis Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Dalam pekan ini, polisi mulai bisa memantau aktivitas di berbagai obyek vital di ibukota untuk keperluan keamanan. Polisi pun bisa memantau hampir setiap perempatan di Ibu Kota juga Bundaran Hotel Indonesia, depan Istana Negara, serta pintu-pintu air.
Wakil Gubernur DKI Prijanto Prijanto kemarin memastikan bahwa Proyek CCTV Pemerintah Daerah DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan perusahaan rekanan sudah berjalan. “Sudah jalan,” katanya di Balai Kota. Tapi, ia mengaku belum tahu banyak soal kelanjutan proyek itu. “Saya tak mengikuti perkembangannya.”
Crisis Center berada di bawah Dinas Ketentraman dan Ketertiban. Kepala Seksi Rekonstruksi dan Relokasi Dinas Ketentraman dan Ketertiban DKI Jakarta Hulman Sitorus mengatakan 160 CCTV itu terutama untuk memantau keamanan dan ketertiban lalu-lintas, unjuk rasa, dan banjir.
Kamera dipasang di sejumlah lokasi penting, seperti kawasan Medan Merdeka, Bank Indonesia, Kebon Sirih, Sudirman-Thamrin, Hotel Indonesia, Senen, Salemba, Jalan Dipenogoro, Bay Pass Jenderal Ahmad Yani dan Cawang. Tapi, ia mengaku tak tahu detil mengenai proyek kerja sama dengan Polda Metro Jaya. “Pemimpin baru yang tahun,” ujarnya kemarin.
Tempo belum bisa mendapat keterangan dari Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban Harianto Badjoeri. Harianto tak ada di tempat kerjanya. Sedangkan telepon selulernya tak aktif.
Menurut Sambodo, kamera pemantau bisa diakses dari Traffic Management Center dan Call Center di kantor Biro Operasi Polda Metro Jaya. Pada Selasa lalu, mulai dilakukan uji coba integrasi sistem CCTV di kantor Biro Operasi. Teknisi dari kepolisian dan pemerintah daerah tengah setting integrasi jaringan kamera.
Kata Sambodo, sebelumnya Traffic Management Center hanya memiliki 40 kamera pemantau tapi hanya 12 unit yang masih berfungsi depan baik. Sebanyak 28 kamera lainnya rusak sejak dipasang pada 2003. “Kami tak memiliki dana untuk perawatan.”
Jobpie S. | Ibnu Rusydi | Amirullah | Rudy Prasetyo
terima kasih bro ..artikelnya
salam sukses